Mukhoyyam Sukses Digelar, Santri PPTQ Ibnu Abbas Dididik Disiplin.

0
297
Kegiatan Mukhoyyam Tarbawi Putra PPTQ Ibnu Abbas Klaten, di Taman Hutan Rakyat (Tahura), Ngargoyaso, Karanganyar, Jumat-Ahad, (16-18/3/2017).

New.ibnu-abbas.com, Klaten—Bidang Kesantrian Putra Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ)  Ibnu Abbas Klaten sukses menggelar acara Mukhoyyam Bhakti Santri untuk Putra kelas 7 dan 8, di Taman Hutan Rakyat (Tahura), Ngargoyaso, Karanganyar, Jumat-Ahad, (16-18/3/2017).

Ketua Pantia Pelaksana, Ustaz Firman, mengatakan mukhoyyam merupakan agenda rutin tahunan yang wajib diikuti santri. Mukhoyyam, ujar dia, sama seperti kegiatan perkemahan kalau di sekolah umum.

“Lewat mukhoyyam ini, kami didik santri untuk disiplin dan tidak mudah mengeluh dalam segala kegiatan,”paparnya.

Dikatakan, ada beberapa agenda di mukhoyyam diantaranya latihan fisik dan mental. Latihan fisik ini, langsung dilatih oleh internal yakni Ustaz Ikhsan Darojat, Ustaz Reihan Abdan S, Utaz Adib M dan dibantu seluruh panitia.

“Rencanya, latihan fisik ini kami mengundang Koramil, namun dari pihak Koramil belum bisa menyanggupi karena ada agenda lain,” paparnya.

“Untuk latihan mental, malam pertama kami adakan jurit malam. Agenda ini untuk melatih keberanian para santri agar tidak takut hal-hal gaib, namun sekedar percaya saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ustaz Firman, menyampaikan Mukhoyyam Tarbawi tahun ini diikuti 200 santri putra SMPIT Ibnu Abbas Klaten. Dikatakan, untuk kepanitiaan terdiri dari unsur santri maupun para ustaz sebanyak 50 orang.

“Alhamdulillah agenda berjalan dengan lancar, walaupun ada beberapa kendala dengan cuaca yang tidak menentu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesantrian Putra PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Ustaz Wulan Pintoko, B.Ed, mengharapkan setelah pelaksanaan mukhoyyam ini para santri menjadi pribadi yang tangguh dan bisa survive di manapun.

“Harapan ini sesuai dengan visi dan misi kami sebagai lembaga pendidikan Islam untuk melahirkan kader dakwah yang tangguh,” tegasnya.

Ustaz Wulan menambahkan, di mukhoyyan juga diberikan pendidikan untuk saling peduli satu sama lain. Untuk itu, santri juga diminta agar memiliki sikap empati, kerja sama dan tidak saling egois.(RK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here