Mastasia 2018, Kuatkan Ta’aruf dan Tawadhu dalam Tholabul Ilmi

0
410
Upacara pembukaan Mastasia 2018 di PPTQ Ibnu Abbas Klaten Putri, Senin, (16/7/2018)

Klaten–Ratusan santri baru SMPIT dan SMAIT Ibnu Abbas Klaten mengikuti Masa Ta’aruf Santri Ibnu Abbas (Mastasia), Senin-Sabtu, (16-21/7/2018).

Acara ini diadakan serentak di PPTQ Ibnu Ibnu Abbas Klaten Belangwetan untuk santri putri dan PPTQ Ibnu Abbas Klaten Troso untuk  santri putra.

Ketua Panitia Mastasia 2018, Listiawan, S.Pd mengungkapkan Mastasia merupakan pengembangan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dari dinas pendidikan. Menurutnya, tujuan Mastasia ini agar santri paham lingkungan pondok, baik tata cara belajar, peraturan, adab dan siap aksi menjalani kehidupan santri dan dai.

“Mengingat ini sekolah Islam terapdu berbasis pondok pesantren, maka ada materi-materi khusus sesuai karakteristik pondok pesantren,” paparnya.

Oleh karena itu, semoga dengan Mastasia dalam 1 pekan ini mampu memberikan bekal santri sebelum menjalani proses pembelajarannya. Ustaz Listiawan mengucapkan kepada seluruh santri baru selamat bergabung dengan keluarga besar penuntu ilmu dan penghafal Al-Qur’an.

“Rajinlah belajar dan menghafal. InsyaAllah kalian akan menjadi pemimpin Indonesia dan umat pada 2045 kelak,” pesannya

“Ketika Indonesia telah berusia 100 tahun, maka kalian dapat melanjutkan perjuangan bapak bangsa yang telah menjaga tanah air dan umat Islam,” imbunya.

Upacara pembukaan Mastasia 2018 di PPTQ Ibnu Abbas Klaten Putra, Senin, (16/7/2018)

Sementara itu, Wakil Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Ustaz Ali Ghufron, dalam sambutan upacara pembukaan Mastasia 2018 mengungkapkan, di sini adalah keluarga besar PPTQ Ibnu Abbas Klaten. Untuk itu, antum semuanya adalah keluarga, tidak ada yang di sini merasa tidak memiliki tempat maupun saudara.

“Semoga lewat pertemuan ini, kita semua di PPTQ Ibnu Abbas Klaten ini  bisa merealisasikan firman Allah dalam surah Al-Imron ayat 104,” ujarnya.

“Itu semua dalam rangka ber-tawashau bil haq, ber-tawashau bish-shobri dan ditambahkan ber-tawashau bilmarhamah. Kita sambil mengutkan dan saling menyayangi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, jadikanlah hidup di pondok ini baik santri SMP, SMA dan asatidzah semua bersaudara. Yakni hidup di bawah naungan Al-Qur’an dan lindungan Allah Swt dengan penuh kenikmatan untuk menggapai cita-cita.

“InsyaAllah ketika persaudaraan terwujud dalam diri antum semuanya. Maka saatnya antum bersama-sama menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari sumber mata air ilmu yang ada di tempat ini, yakni asatidzah” paparnya.

Ustaz Ali menegaskan, jangan pernah ragu terhadap mereka, sebab para asatidzah di sini semua kualified dan memiliki ilmu yang banyak. Untuk itu, jangan pernah disia-siakan, karena merekalah yang akan membimbing antum.

“Mereka sumber ilmu, maka setiap saat manfaatkanlah dan saya minta tetaplah tawadhu. Sebab, ilmu yang diberikan kepada antum ialah ilmu yang penuh kebarokahan,” pungkasnya. (RK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here