Ustaz Salim A Fillah Berikan Motivasi Menulis Santri Ibnu Abbas Klaten

0
472
Foto bersama Ustaz Salim A Fillah, Ustaz Muh. Mu'inudinillah, dan Ustaz Mohammad Fauzil Adhim beserta seluruh santri putri Ibnu Abbas Klaten, Rabu malam, (18/7/2018)

Klaten—Sebanyak 11 penulis muda Pro-U Media mengunjungi PPTQ Ibnu Abbas Klaten Putri, Belangwetan, Klaten Utara, Rabu malam, (18/7/2018).

Kedatangan mereka disambut hangat oleh Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Ustaz Dr. Muh. Mu’inudinillah Basri, MA., beserta beberapa pimpinan lainnya. Di antara 11 penulis tersebut, Ustaz Salim A Fillah dan Ustaz Muhammad Fauzil Adhim memberikan motivasi dan nasihat kepada seluruh santri putri.

Ustaz Salim A Fillah menyampaikan motivasi mental seorang penulis dan keberkahan dalam hidup.

“Kenapa kita menulis? Karena anjuran litarasi sangat kuat dalam Al-Qur’an,” paparnya Ustaz Salim.

Lebih lanjut, jelas Ustaz Salim, bahwa makhluk pertama yang diciptakan Allah Swt ialah pena. Kemudian, ilmu pertama yang diajarkan ialah bahasa, sedangkan ayat pertama yang turun tentang membaca.

“Ini menunjukkan perhatian kuat Islam dalam hal literasi,” paparnya.

Ustaz Salim A Fillah

Ustaz Salim membagikan 4 hal yang harus dimiliki seorang penulis. Pertama, menulis untuk murojaah ilmu yang pernah kita dapat dari membaca buku maupun kajian.  Lewat menulis tersebut akan muncul semua yang kita pelajari.

Kedua, menulis untuk mengevaluasi diri, sehinga ketika ada penambahan informasi dan pengetahuan bisa diukur kekurangannya. Bila masih sama, maka kualitasnya belum meningkat.

Ketiga, menulis untuk menambah ilmu baru. Dengan menulis, supaya menulis ada feedback dari pembaca. Untuk itu, kritikan dan ejekan sekalipun dari pembaca sangat baik dalam perkembangan ilmu baru.

Keempat, menulis untuk beribadah. Bila tulisan dibagi kemana-mana dan dibaca banyak orang, bisa menajdi salah satu jalan pahala di akhirat.

“Kalau ada empat hal itu, menulis pasti lancar . Berbeda kalau menulis niatnya ingin dipuji, ya pasti mentok,” paparnya.

Soal keberkahan hidup, Ustaz Salim, berpesan agar para santri mencari keberkahan dari para guru atau asatidzah. Ia menceritakan bisa sukses mengunjungi 5 benua, karena doa dari gurunya saat masih dibangku pendidikan.

Mohammad Fauzil Adhim

Sementara itu, Ustaz Mohammad Fauzil Adhim, menceritakan pengalamannya dalam mengawali profesi sebagai penulis. Ustaz Fauzil mengatakan sudah menulis sejak usia SD dan aktif menulis saat duduk di tingkat menengah.

“Saat itu sudah banyak tulisan saya masuk diberbagai media massa, bahkan hasilnya dapat membiayai sekolah,” pungkas penulis bidang psikologi keluarga dan pernikahan ini.(RK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here