Pengantar

بسم الله الرحمن الر حيم

 

Segala Puji bagi Allah yang telah menjadikan perintah, larangan, aturan aturanNya sebagai sarana pendidikan. Komitment terhadap perintah, larangan dan aturan Syari’ah Islam bagian dari ketaqwaan kepada Allah dan keshalehan yang mengantarkan terealisasikannya masalah dan terjauhkan dari madharat serta keteraturan dalam kehidupan.

Dalam rangka tercapainya tujuan pendidikan di PPTQ Ibnu Abbas terasa perlu diterbitkan tatib yang mengacu kepada Al-Qur’an Dan Sunnah dan maslahah mursalah, diharapkan santri dan santriwati dapat menaati TATIB ini berdasarkan keyakinan bahwa aturan ini bagian dari menjalankan syari’at Islam, kemudian menjadi watak, karakter dan kebiasaan peserta didik.

Point – point pelanggaran yang dikenakan bagi pelanggarnya bukan bertujuan untuk menyulitkan tetapi menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap segala tingkah laku, yang baik maupun yang buruk di dunia dan akherat. Maka keharusan bagi semua pihak, SELURUH santri, wali murid, atau para asatidzah untuk memahami dan melaksanakan aturan ini. Dan diharapkan aturan ini dilakukan dengan tegas, persuasif sebagai sarana pendidikan yang efektif.

Demikian semoga Allah membimbing kita mencapai kesuksesan dalam pendidikan, sehingga melahirkan putra putri Islam yang diharapkan dapat menyelesaikan persoalan umat dan bangsa. Sebagai teladan dalam kebaikan, ilmu dan amal.

Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh asatidzah yang memberikan andil dalam penerbitan TATIB ini, semoga menjadi amal shaleh bagi beliau – beliau semua, jazakumullah khoiron katsira.

 

 

Klaten, Sya’ban 1435 H,

12 Juni 2014.

 

 

 

 

 

Dr. H.M. Muinudinillah Basri, MA

Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten

 

 

 

 

 

TATA TERTIB SANTRI

PPTQ IBNU ‘ABBAS KLATEN

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

PASAL 1

Dalam tata tertib ini yang dimaksud dengan :

  1. Pondok adalah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an ( PPTQ) Ibnu ‘Abbas Klaten.
  2. Keluarga besar Pondok adalah seluruh pegawai dan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an ( PPTQ ) Ibnu ‘Abbas Klaten.
  3. Pegewai adalah anggota masyarakat yang dengan prosedur tertentu diterima oleh Pondok untuk membantu kelancaran proses kepengasuhan pendidikan, dan pelayanan santri di Pondok.
  4. Santri adalah anggota masyarakat yang dengan prosedur tertentu diterima oleh pondok untuk diasuh dan dididik.
  5. Ustadz/ustadzah, musyrif/musyrifah, muhafidz/muhafidzoh adalah pegawai Pondok yang diberi amanah dan tanggungjawab khusus mengasuh, mendididik, dan melayani santri dalam menunut ilmu, menghafal Al Qur’an, dan membentuk akhlak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
  6. Asrama adalah bangunan tempat tinggal santri untuk sementara waktu yang terdiri dari sejumlah kamar dan diasuh oleh para musyrif dan musyrifah.
  7. Masjid adalah masjid Islamic Center Ibnu ‘Abbas Klaten yang terletak dikawasan gedung blok barat.
  8. Mushola adalah tempat yang digunakan untuk aktivitas sholat jama’ah santri putri yang terletak di gedung blok timur.
  9. Pengurus OSIA adalah santri yang dipilih oleh santri lain melalui mekanisme tertentu dan disahkan oleh Pondok untuk mengelola dan menjalankan seluruh aktivitas keorganisasian santri
  10. Pergaulan bebas adalah pergaulan santri, baik sejenis maupun lawan jenis yang tidak sesuai dengan syariat Islam.
  11. Wajib adalah ketentuan yang harus dilaksanakan oleh santri baik karena alasan syar’i maupun karena tata tertib dan peraturan yang ditetapkan oleh Pondok.
  12. Dilarang adalah ketentuan yang tidak boleh dikerjakan dan yang harus ditinggalkan, baik karena alasan syar’i maupun karena tata tertib dan peraturan pondok.
  13. Sanksi adalah hukuman dan pemberian poin pelanggaran yang dikenakan kepada santri karena melanggar tata tertib santri atau peraturan lain yang berlaku di Pondok.
  14. Penghargaan adalah sesuatu yang diberikan kepada santri baik yang berwujud materi maupun non materi karena prestasi tertentu yang di diraih oleh santri baik secara individu maupun kelompok.
  15. Kafarat adalah sesuatu hal yang harus dilakukan santri unuk menghapus poin pelanggaran dan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  16. Remisi adalah pengurangan atau penghapusan sanksi karena prestasi dan atau alasan tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

 

BAB II

IBADAH

 

PASAL 2

SHALAT

 

  1. Santri wajib melaksanakan shalat wajib lima waktu dengan berjamaah di masjid atau mushola tepat pada waktunya.
  2. Santri wajib segera berwudhu dan pergi kemasjid atau mushola ketika adzan dikumandangkan.
  3. Santri wajib sudah berada didalam masjid sebelum iqomah dikumandangkan.
  4. Santri wajib berada didalam masjid dan duduk dalam shof yang rapi ketika menunggu iqomah dikumandangkan.
  5. Santri berdzikir dan berdoa setiap selesai shalat fardhu.
  6. Santri dilarang meninggalkan tempat duduknya setiap selesai shalat fardhu tanpa udzur syar’i sebelum selesai berdzikir dan berdoa.
  7. Santri melaksanakan shalat sunah rawatib .
  8. Santri melaksanakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan dengan berjamaah di masjid.
  9. Santri mengikuti qiyamullail sepekan sekali sesuai jadwal.
  10. Santri dianjurkan shalat dhuha
  11. Santri membaca al ma’tsurat berjamaah di masjid setiap pagi dan sore hari dengan tertib, rapi, dan khusuk.

 

PASAL 3

PUASA

  1. Santri wajib puasa Ramadhan
  2. Santri wajib melaksanakan puasa sunah yang ditetapkan oleh Pondok

 

 

 

PASAL 4

MEMBACA DAN MENGHAFAL AL QUR’AN

 

  1. Santri wajib memiliki Al Qur’an.
  2. Santri wajib merawat dan menyimpan Al Qur’an dengan baik
  3. Santri membaca Al Quur’an dengan kaidah tajwid yang benar dan standard.
  4. Santri dianjurkan mengkhatamkan tilawah minimal satu kali dalam satu bulan.
  5. Santri wajib hadir dalam halaqoh tahfidz.
  6. Santri dilarang meninggalkan halaqoh tahfidz sebelum selesai atau tanpa izin dari muhafidz pengampu.

 

BAB III

AKHLAK

 

PASAL 5

ADAB, SOPAN SANTUN, DAN MUAMALAH

 

 

  1. Santri wajib berakhlak mulia.
  2. Santri wajib menjauhi larangan-larangan Islam
  3. Santri wajib menghormati, bersikap sopan, santun, dan ramah terhadap seluruh pegawai Pondok beserta keluarganya dan tamu
  4. Santri wajib berbuat baik, hidup rukun, saling menghargai, dan menyayangi dengan santri lain.
  5. Santri wajib membudayakan senyum, salam, dan sapa serta bersikap ramah dalam setiap muamalah.
  6. Santri dilarang berkata kotor, mencaci-maki, menghina, menghujat,menyoraki, dan berteriak-teriak tidak sopan baik dilingkungan maupun diluar pondok.
  7. Santri dilarang melakukan pergaulan bebas, berhubungan dengan lawan jenis melalui surat-menyurat, telepon, chatting, atau sarana komunikasi yang lain atau berkirim barang atau perbuatan sejenisnya yang tidak dibenarkan oleh Pondok.
  8. Santri dilarang keras melakukan perbuatan yang mengandung unsur dan atau menjurus pada perzinaan, homoseksual, ataupun lesbian.
  9. Santri dilarang berunjuk rasa dalam bentuk apapun terhadap pondok.
  10. Santri dilarang membuat agenda , album kenangan, dan sejenisnya antara putra dan putrid.
  11. Santri dilarang bergurau,gaduh, maupun melakukan perbuatan sejenisnya di masjid, kelas, dan majelis yang lain.
  12. Santri dilarang mengadakan pesta ulang tahun dan perayaan yang tidak Islami.
  13. Santri dilarang mengadakan pertemuan putra dan putri seperti rapat dan sejenisnya kecuali dengan didampingi ustadz/ ustadzah, musyrif/ musyrifah, atau muhafidz/ muhafidhoh.
  14. Santri dilarang memasuki tempat-tempat maksiat seperti night club dan sejenisnya.
  15. Santri dilarang menonton film yang tidak sesuai dengan syariat baik dibioskop maupun dengan sarana lain, bermain video game, game on line,play station, dan billyad dimanapun baik didalam maupun diluar pondok.

 

PASAL 6

PAKAIAN DAN RAMBUT

 

  1. Santri wajib berpakaian sesuai dengan ketentuan pondok.
  2. Santri wajib berpakaian bersih, rapi, sopan, dan menutup aurat.
  3. Santriwati wajib berbusana muslimah setiap kali keluar kamar.
  4. Santriwan berpakaian jubah berpeci atau berbaju koko bersarung berpeci setiap shalat kecuali shalat dhuha dan dhuhur.
  5. Santriwati mengenakan mukena dalam setiap shalat kecuali shalat dhuhur dan dhuha.
  6. Santriwan dilarang berpakaian bergambar dan atau bertulisan ketika shalat berjamaah.
  7. Santri wajib berambut pendek dan rapi.
  8. Santri dilarang mencukur rambut dengan model punk, Mohawk, dan model sejenis yang tidak syar’i, tidak rapi, dan tidak sopan.
  9. Santriwati dilarang berambut cepak dan menyerupai laki-laki.
  10. Santri wajib memberi label nama pada semua jenis pakaian yang dimiliki.
  11. Santri dilarang memakai perhiasan yang berlebihan.
  12. Santri dilarang memakai jeans dan sejenisnya.
  13. Santri dilarang membuat pakaian seragam selain seragam yang telah ditentukan tanpa seijin pimpinan pondok atau personal yang diberi wewenang.
  14. Santri dilarang gundul anpa sebab yang dibenarkan oleh Pondok.
  15. Santri dilarang memakai pakaian yang ketat.
  16. Santriwati wajib memakai kaos kaki waktu keluar area putri.
  17. Santri dilarang mewarnai rambut
  18. Santri dilarang berpakaian menyerupai pakaian lawan jenis.

 

PASAL 7

MAKAN DAN MINUM

 

  1. Santri makan dan minum dengan tatacara yang ditentukan oleh syariat.
  2. Santri makan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.
  3. Santri mengambil makan secara tertib , proporsional, dan tidak mengambil bagian santri yang lain.
  4. Santri wajib menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan tempat makan.
  5. Santri wajib memiliki, merawat, dan menyimpan peralatan makan dan minumnya sendiri dalam keadaan bersih ditempat yang telah ditentukan secara rapi.
  6. Santri dilarang meningggalkan alat makan dan minumnya secara sembarangan.

 

BAB IV

PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN

 

PASAL 8

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DISEKOLAH

 

  1. Santri wajib berpakaian seragam lengkap dan rapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dipondok.
  2. Santri hadir di kelas lima menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
  3. Santri wajib menjaga ketertiban dan ketenangan selama proses belajar mengajar berlangsung.
  4. Ketua kelas wajib melapor kepada guru piket atau PKS Kurikulum atau kepala sekolah jika lima menit setelah bel masuk, guru belum dating di kelas.
  5. Santri yang tidak masuk sekolah karena sakit atau udzur lain wajib menyampiakan permohonan ijin kepada sekolah lewat guru piket.
  6. Santri dilarang meninggalkan kelas pada saat pelajaran berlangsung tanpa izin dari guru mata pelajaran saat itu.
  7. Santri dilarang keluar kelas pada saat pergantian jam pelajaran.
  8. Ketua kelas wajib melapor kepada guru piket atau kepala sekolah jika ada guru yang kosong dan belum member tugas.
  9. Santri dilarang keluar kelas pada saat jam kosong dan wajib tetap belajar dikelas.
  10. Ketua kelas mengingatkan dan meminta guru yang belum mengisi buku presensi dan buku jurnal mengajar.
  11. Santri wajib mewujudkan dan memelihara kebersihan, ketertiban, kerapian, dan keamanan kelas selama proses belajar mengajar berlangsung.
  12. Santri dilarang bermain apapun didalam kelas pada saat jam kosong maupun jam istirahat.

 

 

 

 

 

PASAL 9

BUKU PELAJARAN DAN PERALATAN SEKOLAH

 

  1. Santri wajib memiliki, merawat, menyimpan, dan bertanggungjawab atas buku pelajaran, buku catatan, dan alat sekolah lainnya yang diperlukan
  2. Santri wajib membawa semua buku pelajaran sesuai dengan jadwal pada hari pelajaran itu berlangsung.
  3. Santri dilarang menggunakan buku cacatan yang bergambar dan bertulisan tidak sopan.
  4. Santri dilarang meninggalkan buku pelajaran dan atau alat sekolah disembarang tempat.
  5. Santri dilarang menaruh dan menyimpan buku pelajaran dan alat sekolah yang lain dikelas atau ditempat yang tidak semestinya dan wajib menyimpannya di kamarnya masing-masing.

 

PASAL 10

BUKU BACAAN

 

  1. Santri dianjurkan membaca buku, majalah, koran, atau bacaan lain yang disediakan diperpustakaan.
  2. Santri dianjurkan memiliki buku-buku penunjang pelajaran.
  3. Santri dilarang berlangganan buku, majalah, Koran, atau bacaan lain kecuali atas seizin Pondok.
  4. Santri dilarang membawa, menyimpan, memiliki, buku-buku yang bukan penunjang pelajaran
  5. Santri dilarang membaca buku bacaan dan atau melihat gambar yang tidak Islami atau mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan syariat.
  6. Santri dilarang melakukan jual beli buku, majalah, atau jenis benda apapun tanpa seizin Pondok.

 

PASAL 11

HALAQOH DAN PELAJARAN TAHFIDZ

 

  1. Santri wajib mengikuti pembelajaran tahfidz sesuai dengan kelompok halaqohnya pada waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh muhafidznya masing-masing.
  2. Santri wajib berpakain jubah dan berkopiah ketika mengikuti pembelajaran tahfidz.
  3. Santri dilarang meninggalkan halaqoh tahfidznya sebelum waktu selesai kecuali atas ijin muhafidznya.
  4. Santri wajib menyampaikan permohonan ijin kepada muhafidznya apabila tidak masuk pembelajaran tahfidz.
  5. Santri wajib berusaha keras untuk mencapai atau melebihi target hafalannya secara mutqon.
  6. Santri wajib mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran pendukung tahfidz yang diadakan oleh unit ketahfidzan atau oleh halaqohnya msaing-masing.
  7. Santri wajib menempuh ujian tahfidz pada waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh muhafidz / muhafidhohnya.

 

PASAL 12

KEGIATAN KESANTRIAN

 

  1. Santri wajib mengikuti semua kegiatan yang diadakan oleh unit kesantrian
  2. Santri wajib meminta ijin kepada kepala kesantrian atau petugas yang ditunjuk jika mengadakan kegiatan diluar pondok.
  3. Santri dilarang melihat film, menggunakan internet, mengadakan pentas, dan atau kegiatn-kegiatan sejenis tanpa sepengatahuan atau seizing dari kepala kesantrian atau petugas yang ditunjuk.
  4. Santri wajib meminta izin kepada kepala kesantrian atau petugas yang ditunjuk apabila akan mengadakan kegiatan bersama atau menjalin hubungan kerjasama dengan pihak lain dalam bentuk apapun.
  5. Santri wajib mematuhi rambu-rambu yang diberikan oleh musyrif/ musyrifah dalam melakukan kegiatan apapun baik didalam maupun diluar pondok.

 

BAB V

KEORGANISASIAN

 

PASAL 13

ORGANISASI SANTRI IBBNU ABBAS ( OSIA )

 

  1. Santri wajib menjadi anggota Organisasi Santri Ibnu ‘Abbas ( OSIA ).
  2. Santri bersedia menjadi pengurus OSIA jika terpililih atau ditunjuk melalui mekanisme organisasi..
  3. Santri wajib mentaati anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta segala ketentuan yang dikeluarkan oleh pengurus OSIA.
  4. Santri wajib mengikuti kegiatan yang diwajibkan oleh OSIA.
  5. Santri dilarang membuat organisasi lain kecuali seizing Pondok.

 

 

 

 

BAB VI

HALAQOH TARBAWIYAH

 

PASAL 14

 

  1. Santri wajib mengikuti kegiatan halaqoh tarbawiyah yang diadakan oleh Pondok.
  2. Santri wajib membawa perlengkapan halaqoh sesuai dengan keperluan.
  3. Santri wajib meminta izin kepada murobbi / murobbiyahnya apabila tidak masuk halaqoh karena udzur syar’i.
  4. Santri dilarang berpindah halaqoh tanpa persetujuan dari murabbi / murobbiyahnya.
  5. Kelompok halaqoh dilarang mengadakan kegiatan lain yang mengatasnamakan halaqoh tanpa seizing dari murobbi / murobbiyah halaqoh.

 

BAB VII

KEGIATAN BAHASA

 

PASAL 15

 

  1. Santri wajib mengikuti kegiatan tazwidul lughoh yang telah ditetapkan.
  2. Santri berada ditempat kegiatan kebahasaan lima menit sebelum acara dimulai.
  3. Santri dilarang meninggalkan tempat sebelum kegiatan selesai.
  4. Santri wajib berbahasa Arab dan atau Inggris pada waktu-waktu dan tempat-tempat yang telah ditentukan.
  5. Santri wajib meminta izin keepada mas’ul lughoh apabila berhalangan hadir.
  6. Santri dilarang melecehkan santri lain yang ingin aktif menggunakan bahasa arab dan atau inggris dalam aktivitas sehari-harinya.

 

BAB VIII

EKSTRAKURIKULER

 

PASAL 16

EKATRAKURIKULER WAJIB – PRAMUKA – SIT

 

  1. Santri wajib menjadi anggota pramuka SIT.
  2. Santri wajib mengikuti semua kegiatan pramuka SIT.
  3. Santri wajib mengenakan seragam lengkap berikut atribut dan perlengkapan Pramuka SIT
  4. Santri wajib mentaati semua peraturan Pramuka SIT
  5. Santri wajib mengajukan izin kepada Pembina Pramuka SIT apabila tidak dapat mengikuti kegiatan .
  6. Santri dilarang mengikuti kegiatan Pramuka atau sejenisnya diluar Pondok kecuali atas izin Pembina Pramuka SIT.

 

PASAL 17

ESTRAKURIKLER PILIHAN

 

  1. Santri wajib mengikuti ekstrakurikuler pilihan sesuai dengan ketentuan.
  2. Santri hanya diperbolehkan mengikuti ekstra kurikuler pilihan maksimal dua macam.
  3. Santri aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan dipilihnya.
  4. Santri wajib menjaga dan merawat perlengkapan ekstrakurikuler sebaik-baiknya.
  5. Santri dilarang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diluar waktu dan tempat yang telah ditetapkan oleh pembina ekstrakurikuler yang bersangkutan.
  6. Santri dilarang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan pihak diluar pondok kecuali dengan seizing pondok.
  7. Santri dilarang menampilkan segala bentuk hasil kreasi yang tidak sopan dan tidak Islami.

 

PASAL 18

KLUB-KLUB KHUSUS

 

  1. Santri diperbolehkan membentuk klub-klub bakat dan minat diluar kegiatan ekstrakurikuler wajib dan pilihan dengan tujuan yang positif.
  2. Santri wajib melaporkan jenis, nama, kepengurusan ,anggota, dan kegiatan klub kepada pengurus dan pembina OSIA.
  3. Klub-klub dilarang mengadakan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam.
  4. Anggota klub wajib berpakaian dan berpenampilan syra’i ketika mengadakan pentas atau eksebisi baik didalam maupun diluar Pondok.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IX

KEBERSIHAN, KERAPIHAN, KETERTIBAN

KEAMANAN, KESEHATAN, KEKELUARGAAN

DAN KERINDANGANGAN ( K-7 )

 

PASAL 19

KEBERSIHAN

 

  1. Santri wajib menjaga kebersihan diri, lingkungan asrama, lingkungan kelas, lingkungan kamar mandi, dan lingkungan Pondok secara keseluruhan.
  2. Santri wajib segera mencuci atau melanudrykan pakaian, spreai, handuk, dan sejenisnya yang telah kotor.
  3. Santri dilarang menimbun pakaian, handuk, sprei, dan sejenisnya yang telah kotor didalam kamar atau didalam almari, atau ditempat lain dimanapun.
  4. Santri dilarang membuang sampah sembarangan dan wajib membuang ditempat yang telah disediakan.
  5. Santri wajib beralas kaki diseluruh area halaman atau lapangan pondok.
  6. Santri dilarang berkuku panjang, memakai cutex, atau bertato.

PASAL 20

KERAPIHAN

 

  1. Santri wajib menjaga kerapihan lingkungan asrama, ruang kelas, dan tempat-tempat lainnya.
  2. Santri wajib meletakkan dan menyimpan semua barang-barang pribadinya atau barang inventaris dengan rapi pada tempatnya.
  3. Santri wajib merapikan tempat tidurnya setelah bangun tidur atau setelah dipakai.
  4. Santri wajib berpenampilan dan berpakaian bersih dan rapi ketika mengikuti semua kegiatan yang diadakan Pondok.
  5. Santri dilarang menggantung atau menjemur pakaian dan sejenisnya, tidak pada tempatnya.
  6. Santri wajib meletakkan alas kaki baik di depan kelas, kantor, masjid, dan tempat-tempat lainnya secara teratur dan rapi.

 

PASAL 21

KEINDAHAN

 

  1. Santri wajib memelihara keindahan lingkungan asrama, ruang kelas, dan tempat-tempat lainnya.
  2. Santri dilarang menulis, mencoret, dan menggambar di semua dinding , ranjang, almari, pintu, jendela, meja, kursi, kamar mandi, dan sarana pondok lainnya.
  3. Santri dilarang menempel gambar atau hiasan yang tidak Islami
  4. Santri dilarang melakukan kegiatan yang dapat merusak keindahan lingkungan Pondok.

 

PASAL 22

KETERTIBAN

 

  1. Santri wajib melakukan seluruh kegiatan pondok dengan tertib dan rapi
  2. Santri wajib mengantri dengan tertib ketika makan, mandi, berwudhu, dan kegiatan lain yang perlu mengantri.
  3. Santri wajib masuk dan keluar masjid dan seluruh ruang pembelajaran dengan tertib.
  4. Santri wajib memulai dan mengakhiri proses kegiatan belajar mengajar dengan tertib .
  5. Santri wajib berbaris dengan tertib dan rapi ketika mengikuti upacara bendera.
  6. Santri wajib menjalankan seluruh kewajibannya dengan tertib.

 

PASAL 23

KEAMANAN

 

  1. Santri wajib menjaga keamanan seluruh keluarga besar dan seluruh aset pondok baik dari segi material maupun immaterial.
  2. Santri dilarang melakukan kegiatan apapun yang membahayakan diri, orang lain, ataupun barang-barang yang ada disekitarnya.
  3. Santri dilarang bermain atau beraktivitas ditempat-tempat yang berbahaya baik di dalam maupun dluar pondok.
  4. Santri dilarang menghina, melecehkan, memalak, memaksa, dan mengancam santri lain dengan cara apapun dan dengan maksud apapun.
  5. Santri dilarang bercanda yang berlebihan yang dapat membahayakan santri lain baik secara fisik maupun psikis.
  6. Santri wajib ijin kepada musyrif atau musyrifah dan wajib melapor ke Satpam ketika akan keluar dari Pondok dengan menyampaikan tujuan dan keperluannya secara jelas.
  7. Santri dilarang keluar dari Pondok lewat jalur atau jalan yang tidak semestinya.
  8. Santri dilarang memiliki, membawa, menyimpan, dan menggunakan senjata dan barang-barang jenis apapun yang membahayakan diri dan orang lain.
  9. Santri wajib menjaga dan menyimpan barang milik pribadinya ditempat yang aman dan secara aman.
  10. Santri dilarang memakai barang-barang milik orang lain tanpa seizin pemiliknya.
  11. Santri dilarang merebut , membuang atau menyembunyikan barang milik orang lain dengan cara apapun dan dengan maksud apapun.
  12. Santri dilarang menipu,menggelapkan, mencuri barang milik orang lain dalam jumlah sedikit ataupun banyak dan melakukan tindak kejahatan lainnya.
  13. Santri dilarang membentuk, mengikuti, dan atau menjadi anggota suatu gank, terlibat dalam perkelahian atau tawuran, dan perbuatan sewenang-wenang lannya.
  14. Santri dilarang melakukan pengrusakan atau melakukan perbuatan yang langsung atau tidak langsung mengakibatkan kerusakan barang milik pribadi, orang lain, atau pondok.
  15. Santri dilarang melakuan penyidangan gelap maupun terbuka terhadap santri lain disertai dengan segala bentuk ancaman dan atau tindak kekerasan.
  16. Santri dilarang melakukan segala bentuk kerjasama dalam kejahatan.
  17. Santri dilarang berkelahi dengan alas an apapun dan dalam bentuk apapun.
  18. Santri dilarang mengintip dan mengganggu kenyamanan santri yang lain.
  19. Santri dianjurkan mengadukan segala bentuk penghinaan, ancaman, tindak kekerasan, kehilangan, dan hal lain yang mengancam kenyamanan, keselamatan, dan keamanan diri dan barang miliknya.

 

 

PASAL 24

KEKELUARGAAN

 

  1. Santri wajib saling menghargai dan tolong menolong dalam kebaikan.
  2. Santri wajib peduli dan membantu meringankan penderitaan sesama santri yang sakit atau terkena musibah.
  3. Santri wajib memelihara dan meningkatkan tali ikatan persaudaraan diantara para santri di Pondok.
  4. Santri dilarang mengembangkan pola-pola pergaulan yang ekslusif atau melakukan hal-hal lain yang dapat menimbulkan gap, ketidak rukunan, dan perpecahan antar santri.

PASAL 25

KESEHATAN

 

  1. Santri wajib menjaga kesehatan diri dan lingkungannya.
  2. Santri wajib melapor kebagian sihiyyah atau poliklinik apabila merasa kesehatannya terganggu.
  3. Santri wajib menjaga kebersihan diri, tempat tidur, lingkungan kamar, dan lingkungan asrama agar tidak menjadi sarana tumbuh kembangnya penyakit.
  4. Santri wajib melapor kepada bagian sihiyyah atau poliklinik apabila terserang penyakit menular agar segera dilakukan tindakan preventif.
  5. Santri tetap dirawat di pondok oleh bagian sihiyyah dan poliklinik apabila terserang penyakit ringan yang masih mampu ditangani Pondok.
  6. Santri dirujuk dirawat kerumah sakit apabila sakit berat yang perlu penanganan intensif dan khusus oleh dokter dengan biaya dari orang tua.

 

BAB X

KEUANGAN

 

PASAL 26

 

  1. Santri melalui orang tua atau walinya wajib membayar syahriah ( SPP ) dan keuangan lainnya tepat waktu sebagaimana ditetapkan oleh Pondok.
  2. Santri wajib menabung seluruh uang sakunya di lembaga keuangan yang ditetapkan oleh Pondok.
  3. Santri dilarang menyimpan uang sakunya ditempat manapun di Pondok lebih dari Rp. 25.000,-.
  4. Santri dilarang memiliki ,membawa, dan menyimpan kartu ATM selama dipondok untuk tujuan apapun.
  5. Santri dilarang mengambil uang tabungannya lebih dari Rp. 25.000,- per minggu.
  6. Santri wajib meminta persetujuan musyrif/ musyrifahnya apabila ingin mengambil uang tabungan lebih dari Rp.25.000,- per minggu untuk membeli kebutuhan tertentu

 

 

BAB XI

KELUAR MASUK PONDOK

 

PASAL 27

PERIZINAN

 

  1. Santri wajib meminta izin kepada musyrif/ musyrifah dan melapor ke satpam apabila hendak keluar lingkungan pondok untuk jangka waktu tertentu ( Bukan kepulangan )
  2. Santri dan atau orang tua/ wali wajib meminta izin kepada kepala kesantrian apabila hendak pulang karena kondisi yang bersifat insidental. ( syarat-syarat kepulangan yang bersifat insidental diatur tersendiri )
  3. Santri wajib menyerahkan memo perizinan pulang dari kepala kesantrian kebagian indhibat dan satpam.
  4. Perizinan keluar Pondok Pekanan diatur secara bergantian antara santri putra dan santri putri.
  5. Santri wajib memakai pakaian Islami ketika hendak keluar lingkungan pondok.

 

 

PASAL 28

MASA LIBURAN

 

  1. Santri wajib dijemput oleh orangtuanya atau diamanahkan kepada orang lain yang dipercaya dengan memberitahukan kepada musyrif/ musyrifah pada waktu pulang liburan.
  2. Santri dilarang dijemput pulang duluan sebelum hari dan jam yang telah ditentukan oleh Pondok.
  3. Santri wajib melapor kepada musyrif dan satpam dan memberitahukan kepada orang tua atau walinya apabila akan menginap dirumah temannya terlebih dahulu pada saat kepulangan liburan.
  4. Santri wajib lapor kepada musyrif/ musyrifah saat kepulangan liburan sebelum meninggalkan pondok.
  5. Santri wajib meminta izin kepada kepala kesantrian apabila akan mengadakan acara bersama antar santri dalam bentuk apapun pada saat liburan kepulangan.
  6. Santri wajib melapor kepada musyrif/ musyrifah dan wajib mematuhi tata tertib apabila karena alasan tertentu masih berada di Pondok saat libur kepulangan.
  7. Santri wajib menunaikan tugas-tugas yang diberikan Pondok selama masa liburan.
  8. Santri wajib mengamalkan ilmu dan menjaga nama baik Pondok selama masa liburan.
  9. Santri wajib kembali ke Pondok sesuai dengan hari dan jam yang telah ditentukan.

 

BAB XII

ASRAMA

 

PASAL 29

KEASRAMAAN

 

  1. Santri wajib menempati kamar yang telah ditentukan oleh Pondok.
  2. Santri dilarang berpindah kamar tanpa seizing kepala kesantrian.
  3. Santri wajib melapor kepada musyrif/ musyrifah jika menerima tamu didalam kamar.
  4. Santri wajib melaksanakan tugas piket kamar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
  5. Santri secara bersama-sama wajib menjaga kebersihan, ketertiban, kerapihan, kesehatan, keindahan, dan keamanan lingkungan kamar dan asrama.
  6. Santri dilarang mengadakan kegiatan di kamar tanpa seizin musyrif/musyrifah.
  7. Santri dilarang masuk kamar atau berada dikamar tanpa udzur syar’i pada saat kegiatan Pondok sedang berlangsung.
  8. Santri dilarang menggunakan peralatan listrik melebihi ketentuan atau tidak sesuai dengan peruntukannya.
  9. Santri dilarang menggunakan fasilitas kamar lain tanpa seijin ketua kamar yang bersangkutan atau pemilik barang yang dimaksud.

PASAL 30

TIDUR

 

  1. Santri tidur malam selambat-lambatnya jam 22.00 WIB.
  2. Santri wajib tidur dikamar dan ranjangnya masing-masing.
  3. Santri berdoa sebelum dan sesudah tidur.
  4. Santri wajib memakai pakaian yang aman dari kemungkinan terbukanya aurat disaat tidur.
  5. Santri wajib bangun 30 menit sebelum adzan shubuh.
  6. Santri dilarang melakukan perbuatan yang dapat mengganggu orang lain yang sedang tidur.
  7. Santri memiliki dan memakai peralatan tidurnya sendiri pada saat tidur.

 

 

BAB XIII

AKTIVITAS MCK

 

PASAL 31

MCK

 

  1. Santri wajib mandi dan gosok gigi dua kali sehari yaitu pagi dan sore.
  2. Santri wajib menghemat air pada saat melakukan aktivitas MCK.
  3. Santri wajib memiliki dan membawa peralatan mandi masing-masing.
  4. Santri wajib menggunakan kamar mandi, WC, dan tempat mencuci yang telah ditentukan pada saat melakukan aktivitas MCK.
  5. Santri wajib menjaga kebersihan dan merawat keutuhan perlengkapan yang ada dilingkungan kamar mandi.
  6. Santri dilarang membuang sampah dalam bentuk apapun dilingkungan dikamar mandi
  7. Santri dilarang membuat coretan dalam bentuk apapun di tembok lingkungan kamar mandi.
  8. Santri dilarang berbicara saat berada didalam kamar mandi kecuali karena alasan yang syar’i.
  9. Santri berangkat dan pulang dari kamar mandi dengan pakaian lengkap dan menutup aurat.

 

 

BAB XIV

HAK MILIK

 

PASAL 32

KEPEMILIKAN

 

  1. Santri wajib menjaga, merawat, dan menyimpan semua barang milik pribadinya di kamarnya masing-masing dengan sebaik-baiknya
  2. Santri dilarang meninggalkan atau menyimpan barang miliknya yang berupa apapun disembarang tempat atau ditempat manapun yang bukan peruntukannya.
  3. Santri wajib memiliki baju seragam sekolah dan Pondok serta pakaian pribadi yang diperlukan.
  4. Santri hanya diperkenankan memiliki pakaian bebas untuk keluar pondok maksimal 5 pasang.
  5. Santri memiliki baju tidur, pakaian dalam baik kaos maupun celana, sepatu, dan kaos kaki.
  6. Santri dilarang memiliki kasur, bantal, dan guling lebih dari satu.
  7. Santri di larang membawa meja, kursi, dan almari sendiri tanpa seizing Pondok
  8. Santri dilarang memiliki dan menyimpan radio, MP3, MP4, MP5, HP,Ipod walkman, tape recorder, TV, laptop, gamewatch, PS, dan barang elektronik lain yang sejenis atau permainan yang tidak Islami di Pondok.
  9. Santri dilarang membawa, menyimpan, membeli, mengisap,minum dan menggunakan barang-barang terlarang berupa rokok, minuman keras, dan narkoba atau sejenisnya.
  10. Santri dilarang membeli, membawa, menyimpan, membaca segala macam bacaan yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, pacaran, dan bacaan lain yang berkonten tidak Iskami.
  11. Barang-barang yang dilarang dimiliki, dibawa, dan disimpan oleh santri apabila ketahuan atau ditemukan akan disita oleh Pondok.
  12. Jenis dan jumlah barang yang disita dilaporkan kepada direktur pondok selambat-lambatnya setiap bulan, untuk mendapatkan kebijakan perlakuan terhadap barang sitaan tersebut.

 

 

PASAL 33

PINJAM MEMINJAM

 

  1. Santri bertanggungjawab atas barang yang dipinjamnya.
  2. Santri wajib mengembalikan barang yang dipinjamnya sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.
  3. Santri wajib mengganti barang yang dipinjamnya apabila rusak atau hilang.
  4. Santri dilarang mamakai atau mengambil hak milik orang lain tanpa seizin pemiliknya.
  5. Santri dilarang menggunakan fasilitas pondok tanpa seizin Pondok.

 

 

BAB XV

PENGHARGAAN PRESTASI DAN SANKSI PELANGGARAN

 

 

PASAL 34

PENGHARGAAN

 

  1. Santri yang berprestasi berhak mendapatkan penghargaan.
  2. Penghargaan tersebut dapat berupa :
    1. Piagam penghargaan
    2. Nilai kepribadian A di raport
    3. Beasiswa
    4. Hadiah atau reward lain yang tidak mengikat.
  3. Jenis prestasi dan bentuk penghargaan ditentukan oleh Pondok.
  4. Penghargaan diusulkan oleh semua Unit terkait kepada Direktur Pondok.

 

 

PASAL 35

KLASIFIKASI KATEGORI PELANGGARAN

DAN JENIS HUKUMAN

  1. Santri yang melanggar tata tertib akan dikenai sanksi yang berupa hukuman sesuai bobot pelanggarannya.
  2. Kategori pelanggran dan jenis hukuman diklasifikasikan menurut bobot pelanggarannya dibagi menjadi tiga tingkat yaitu tingkat ringan, tingkat sedang, dan tingkat berat.
  3. Pelanggaran Tingkat Ringan bentuk hukumannya dapat berupa salah satu atau beberapa diantara berikut ini :
    1. Beristighfar sebanyak 70 kali
    2. Diberikan teguran atau peringatan langsung.
    3. Menulis mufrodat
    4. Menghafal ayat Al Qur’an atau Hadits yang ditentukan.
    5. Merangkum buku.
    6. Membangunkan santri sebelum shubuh selama sepekan.
    7. Menyapu tempat yang ditentukan.
    8. Mengepel tempat-tempat yang ditentukan
    9. Meminta nasihat dan tanda tangan kepada asatidzah.
    10. Menulis ayat Al Qur’an atau Hadits tertentu.
    11. Membaca Al Qur’an dengan jumlah, waktu, dan tempat yang ditentukan.
    12. Merapikan sandal dimesjid dan asrama selama sepekan
    13. Shalat di shaf pertama selama sepekan.
    14. Apabila hukuman yang diberikan tidak dijalankan maka akan mendapat tambahan hukuman dan poin pelanggaran.
  4. Pelanggaran tingkat sedang bentuk hukumannya dapat berupa salah satu atau beberapa diantara berikut ini :
    1. Beristighfar sebanyak 100 kali.
    2. Membuat dan membaca surat pernyataan dihadapan santri.
    3. Membuang sampah
    4. Membersihkan kamar madi / WC
    5. Dilarang keluar dari pondok selama 1 bulan
    6. Meminta tanda tangan dan nasehat kepada seluruh pimpinan pondok, wali kamar, dan wali kelas.
    7. Mentasmi’kan ayat-ayat Al Qur’an atau hadits yang ditentukan.
    8. Rambutnya dicukur gundul
    9. Memakai jilbab khusus bagi santriwati.
    10. Diumumkan didepan umum.
    11. Membangunkan santri lain sebelum subuh selama dua pekan.
    12. Shalat fardhu dishaf pertama selama dua pekan.
    13. Merapikan sandal di masjid dan asrama selama 2 pekan.
    14. Orang tua atau wali dipanggil.
    15. Apabila hukuman yang diberikan tidak dijalankan maka akan mendapat tambahan hukuman dan poin pelanggaran.
  5. Pelanggaran tingkat berat bentuk hukumannya dapat berupa salah satu atau beberapa diantara berikut ini :
    1. Beristighfar sebanyak 100 kali.
    2. Diumumkan didepan umum
    3. Shalat di shaf petama selama satu bulan
    4. Membangunkan santri lain sebelum shubuh selama satu bulan
    5. Merapikan sandal dimasjid dan asrama selama satu bulan
    6. Diskorsing
    7. Membuat dan menandatangani Surat Peringatan Terakhir ( SPT ).
    8. Dikembalikan kepada orang tua.
  6. Pelanggaran yang sama apabila dilakukan lebih dari 3 kali meningkat menjadi katagori pelanggaran tingkat diatasnya.
  7. Santri yang ketahuan melakukan pelanggaran akan mendapatkan kartu pelanggaran, mendapatkan hukuman, dan mendapatkan skor pelanggaran.
  8. Santri yang diduga melakukan pelanggaran atas informasi dari pihak lain akan menjalani sidang tabayyun terlebih dahulu sebelum diputuskan melanggar tata tertib atau tidaknya.
  9. Sidang tabayyun dilakukan oleh kepala kesantrian dan atau musyrif / musyrifah bagian Indhibat Pondok.
  10. Perkara yang disidangkan dicatat dalam berita acara penyidangan ( BAP ) yang ditandatangani oleh petugas penyidang dan santri yang bersangkutan.
  11. Salinan BAP ditembuskan kepada :direktur pondok, sekretaris pondok,kepala sekolah, Guru BK, Wali Kelas, dan Orang Tua santri yang bersangkutan.

 

PASAL 36

SKOR PELANGGARAN TATA TERTIB

 

  1. Setiap santri yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib akan diberi sanksi berupa pemberian skor pelanggaran sesuai dengan bobot pelanggarannya.
  2. Skor diberikan setiap kali santri melakukan pelanggaran tata tertib pondok.
  3. Skor pelanggaran dihitung dan diberlakukan selama menjadi Santri Pondok.
  4. Akumulasi skor pelanggaran maksimal 100 dan hanya berlaku selama satu tahun pelajaran atau tingkat kelas.
  5. Santri yang telah mencapai skor pelanggaran 75 atau lebih akan dikonferensikasuskan.
  6. Skor pelanggaran diberikan oleh petugas yang ditunjuk oleh Pondok pada saat menemukan pelanggaran dengan memberikan kartu bukti pelanggaran.
  7. Tahapan atau rincian sanksi skor pelanggaran yang akan dikenakan kepada santri pelanggar tata tertib Pondok adalah sbb :

 

No SKOR KATEGORI SANKSI
1 Mencapai skor 25 RINGAN 1.       Pembinaan langsung oleh guru / isyraf / muhafidzin
2 Mencapai skor 50 SEDANG 1.       Pembinaan oleh wali kelas, BK, Indhibath

2.       Membuat pernyatan bermaterai

3.       Di skorsing 2 hari

3 Mencapai skor 75 BERAT LEVEL 1 1.       Di konferensikasuskan.

2.       Pembinaan oleh Kepala Kesantrian dan atau kepala sekolah.

3.       Orang tua dipanggil

4.       Membuat surat pernyataan bermaterai

5.       Di skorsing satu pekan

4 Mencapai skor 90 BERAT LEVEL 2

 

1.       Pembinaan langsung oleh Direktur Pondok.

2.       Orang tua dipanggil

3.       Menandatangani SPT bermaterai

4.       Di skorsing dua pekan

5 Mencapai skor 100 BERAT SEKALI 1.       Di kembalikan kepada orang tua tanpa reserve .( tanpa alasan dan keberatan apapun )

 

 

BAB XVI

PROSES PEMBINAAN DAN PEMBERIAN SANKSI

 

PASAL 37

 

  1. Santri yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan pembinaan dari Pondok.
  2. Pembinaan yang berujung pada pemberian hukuman dan skor pelanggaran dilakukan dengan proses dan prosedur :
    1. Pembinaan Reguler – Berjenjang atau
    2. Pembinaan Khusus- Kasuistik

 

PASAL 38

PROSES PEMBINAAN DAN PEMBERIAN SANKSI

REGULER – BETAHAP

 

Bagi santri yang melakukan pelanggaran biasa dan masih biasa ditolerir dari segi syar’i, segi akhlak , dan kemaslahatan akan dibina melalui tahap-tahap proses sebagai berikut :

  1. Diberi peringatan lisan.
  2. Diberi peringatan tertulis.
  3. Membuat Surat Pernyataan Pelanggaran dan membacakan didapan umum.
  4. Di skorsing tidak ikut KBM dan kegiatan Pondok yang lain.
  5. Di konferensi kasuskan
  6. Orang tua santri yang bersangkutan dipanggil dan diskorsing pulang selama satu minggu.
  7. Menandatangani Surat Peringatan Terakhir ( SPT ).
  8. Dikembalikan kepada orang tua.

 

 

 

PASAL 39

PROSES PEMBINAAN DAN PEMBERIAN SANKSI

KHUSUS – KASUISTIK

 

  1. Bagi santri yang melakukan pelanggaran berat dan atau sudah tidak bisa ditolerir lagi dari segi syar’i, segi akhlak, dan segi kemaslahatan akan dibina secara khusus dan diberi sanksi khusus tanpa melalui tahapan-tahapan yang diatur dalam pasal 38 diatas.
  2. Proses pembinaan dan pemberian sanksi tersebut dimungkinkan dapat berupa :
    1. Langsung dikonferensikasuskan, atau
    2. Langsung diskors, atau
    3. Langsung di SPT, atau
    4. Langsung dikembalikan kepada orang tua.
  3. Keputusan terhadap pilihan pembinaan dan sanksi khusus-kasuistik diatas dibicarakan melalui rapat pimpinan Pondok.
  4. Proses pembinaan dan pemberian sanksi khusus-kasuistik ini akan langsung di sampaikan kepada orang tua santri.

 

PASAL 40

REMISI SANKSI PELANGGARAN

 

  1. Jika santri tidak melakukan pelanggaran tata tertib selama satu bulan penuh maka yang bersangkutan akan mendapatkan remisi sebesar 25% dari skor total pelanggaran yang didapat.
  2. Jika santri memperoleh juara dalam sebuah kejuaraan maka yang bersangkutan akan memperoleh remisi sebesar :
    1. 15 % untuk kejuaraan tingkat sekolah.
    2. 25 % untuk kejuaraan tingkat kabupaten
    3. 50 % untuk kejuaraan tingkat provinsi
    4. 100 % untuk kejuaraan tingkat nasional.
  3. Remisi diberikan oleh pimpinan atas usulan dari kepala unit.

 

PASAL 41

NILAI KEPRIBADIAN

 

  1. Jumlah skor pelanggaran yang didapatkan santri merupakan landasan penilaian terhadap kepribadian kepada santri.
  2. Nilai kepribadian ditulis dalam buku raport santri tiap semester.
  3. Santri dinyatakan naik kelas jika sekurang-kurangnya mempunyai nilai B dalam aspek kerajinan, kerapihan, dan kelakuan.
  4. Tabel skor penilaian kepribadian santri ditetapkan sebagai berikut :
Jumlah Skor Pelanggaran Keterangan Nilai
0 – 15 Sangat Baik A
16 – 40 Baik B
41- 75 Cukup C
76 – 90 Kurang D
91 – 100 Buruk E

 

 

 

PASAL 42

PEMBERI SANKSI HUKUMAN

 

  1. Yang berhak memberi sanksi berupa hukuman adalah :
    1. Personal tertentu yang ditunjuk oleh Pondok.
    2. Pengurus OSIA yang ditunjuk.
  2. Pengurus OSIA yang ditunjuk hanya dibenarkan memberikan sanksi pada pelanggaran ringan dengan seizin Pondok.
  3. Pemberian sanksi kategori pelanggaran sedang dilakukan oleh musyrif/ musyrifah berdasarkan ijtihad dengan memperhatikan klasifikasi hukuman diatas.
  4. Ketetapan usulan sanksi kategori pelanggaran berat ditetapkan melalui konferensi kasus yang dihadiri oleh perwakilan dari unit kesantrian, unit ketahfidzan, dan unit sekolah, yang dipimpin oleh kepala kesantrian.
  5. Hasil keputusan dari konferensi kasus dilaporkan kepada direktur pondok.
  6. Keputusan pemberian Surat Peringatan Terakhir ( SPT ) , skorsing atau dikembalikan kepada orang tua diambil oleh Direktur Pondok atas dasar usulan dari hasil keputusan konferensi kasus.

 

BAB XVII

ATURAN PERALIHAN

 

PASAL 43

MASA BERLAKU

  1. Tata tertib ini mulai belaku sejak tanggal ditetapkan.
  2. Tata tertib ini akan dievaluasi minimal satu tahun sekali sejak tanggal ditetapkan.
  3. Dengan berlakunya tata tertib ini, maka tata tertib sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi.

 

BAB XVIII

KETENTUAN PENUTUP

 

PASAL 44

PENUTUP

  1. Tata tertib ini menjadi acuan dasar pembinaan santri di PPTQ Ibnu ‘Abbas Klaten.
  2. Tata tertib ini menjadi acuan dasar peraturan santri di PPTQ Ibnu ‘Abbas Klaten.
  3. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian.

 

Ditetapkan di     : Klaten

Tanggal : 13 Maret 2014

Direktur PPTQ Ibnu ‘Abbas

 

 

 

 

Dr. H.M.Mu’inudinillah Basri, MA

 

 

 

 

TABEL JENIS PELANGGARAN DAN SKOR PENILAIAN

PELANGGARAN TATA TERTIB SANTRI

PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN IBNU ‘ABBAS

KLATEN – JAWA TENGAH – INDONESIA

NO JENIS PELANGGARAN SKOR KETERANGAN
1 Tidak sholat fardhu dengan sengaja 75 SPT
2 Tidak sholat fardhu berjamaah di masjid tanpa udzur. 20  
3 Datang di masjid setelah iqomah dikumandangkan 5  
4 Masbuq   shalat berjamaah di masjid 10  
5 Menunggu shalat berjamaah tidak dishaf 5  
6 Tidak sholat sunah ,dzikir, atau berdoa sebelum atau sesudah shalat fardhu sesuai ketentuan fiqih. 7  
7 Tidak mengikuti dzikir ma’tsurat 5  
8 Tidak mengikuti qiyamul lail . 10  
9 Tidak puasa Ramadhan tanpa udzur syar’i 75 SPT
10 Tidak puasa sunah yang telah ditentukan 10  
11 Tidak memiliki Al-Qur’an 20  
12 Tidak merawat dan menyimpan barang-barang milik pribadinya seperti: Al Qur’an, Buku dan alat tulis, peralatan makan, baju atau celana, dan yang sejenisnya dengan baik dan pada tempatnya. 10  
13 Terlambat mengikuti kegiatan-kegiatan yang didiadakan oleh Pondok. 5  
14 Tidak hadir dalam halaqoh tahfidz tanpa izin 15  
15 Meninggalkan halaqoh tahfidz sebelum selesai tanpa izin dari muhafidz 5  
16 Bersikap tidak hormat dan tidak sopan kepada pegawai Pondok. 30  
17 Berkata kotor, mencacimaki, menghina, menghujat, dan berteriak-teriak tidak sopan. 30  
18 Membangkang perintah atau instruksi astidzah dengan cara yang tidak baik dan tanpa alasan yang benar. 25  
19 Membangkang perintah atau instruksi dari pengurus OSIA atau personal yang diberi wewenang. 15  
20 Berinteraksi dengan bukan mahram melalui surat, telpun, sms, email, chatting, dan sejenisnya 30  
21 Duduk atau jalan berduaan.dengan lawan jenis yang bukan mahram. 50  
22 Pegangan atau bergandengan tangan 75  
23 Berciuman dan atau berpelukan 100 Dikeluarkan
24 Membuka aurat dan atau berzina 100 Dikeluarkan
25 Menjadi perantara interaksi santri lawan jenis yang bukan mahram 30  
26 Melakukan pelecehan seksual terhadap santri lain baik dengan kata-kata maupun perbuatan dalam bentuk apapun. 50  
27 Melakukan perbuatan yang mengarah atau menjurus pada perilaku homoseksual atau lesbian 75  
28 Melakukan kekerasan seksual terhadap siapapun, dalam bentuk apapun, dan dimanapun. 100 Dikeluarkan
29 Melakukan demonstrasi dan atau memprovokasi 100 Dikeluarkan
30 Membuat Album kenangan antara Ikhwan dan Akhwat 20 Album disita
31 Berbuat gaduh yang mengganggu ketertiban umum 15  
32 Mengadakan pesta ulang tahun atau sejenisnya 15  
33 Mengadakan rapat atau pertemuan lain antara ikhwan dan akhwat tanpa didampingi asatidzah dalam rangka dan dalam bentuk apapun. 20  
34 Membentuk organisasi atau klub santri di luar OSIA tanpa seizin Pondok 20  
35 Mengadakan pentas ekspresi seni atau bakat apapun tanpa seizin Pondok 10  
36 Memasuki tempat-tempat maksiat 75  
37 Bermain video game, game on line, dan sejenisnya. 20  
38 Menonton film tidak seizin kepala kesantrian 20  
39 Menonton film porno 75  
40 Tidak memakai pakaian seragam sekolah atau pondok sesuai dengan ketentuan. 20  
41 Memakai pakaian yang jenis atau modelnya dilarang oleh Pondok, misalnya pakaian ketat, celana jeans, celana pensil, celana cutbray, atau sejenisnya. 10  
42 Tidak memakai kaos singlet ( oblong ) berwarna putih. 5  
43 Tidak memakai ikat pinggang berwarna hitam dan gasper berlogo Pondok atau SMPIT / atau SMAIT atau memakai gasper besar dengan logo lain. 5  
44 Berseragam tidak bersih dan rapi :baju dan atau celana tidak disetrika, baju tidak dimasukkan, lengan baju digulung, kancing baju nomor dua dari atas tidak dikancingkan, memakai kaos rangkapan berkrah. 5  
45 Tidak memakai pakaian seragam olah raga saat mengikuti pelajaran olah raga. 5  
46 Memakai asesoris atau perhiasan yang tidak sewajarnya, seperti santri putra memakai gelang, kalung, anting, cincin atau akik, santri putrid berdandan, memakai parfum, atau   memakai asesoris yang berlebihan dan tidak selayaknya 10  
47 Tidak memakai sepatu , kaos kaki , tali sepatu tidak diikatkan, memakai sepatu diinjak atau tidak semestinya pada saat mengikuti upacara 10  
48 Santri putra berambut panjang, gundul, dicat, potongan muhawk, punk, spike, atau sejenisnya, dan potongan tidak rapi. Santri putri berambut tidak susuai dengan ketentuan syar’i. 10  
49 Membuat seragam sendiri dengan model, bahan, dan warna yang tidak sesuai dengan ketentuan dan seizin Pondok. 15  
50 Makan dan atau minum dengan berdiri, atau berjalan, memakai tangan kiri ( kecuali bagi yang kidal ) 5  
51 Mengambil jatah makan ( nasi, sayur, lauk, buah ) milik santri yang lain. 5  
52 Meninggalkan alat makan sembarangan dan tidak mencucinya setelah selesai makan. 10  
53 Terlambat masuk atau mengikuti KBM ( sekoah, halaqoh tahfidz, kegiatan lain yang diwajibkan ) sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan 5  
54 Tidak menjalankan piket sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.    
55 Terlambat masuk KBM ( sekoah, halaqoh tahfidz, kegiatan lain yang diwajibkan ) lebih dari 10 menit baik pada jam pertama ataupun setiap pergantian jam pelajaran. 10  
56 Tidak masuk KBM ( sekolah, halaqoh tahfidz, kegiatan lain yang diwajibkan ) dengan keterangan palsu. 20  
57 Tidak masuk KBM ( sekolah, halaqoh tahfidz, atau kegiatan lain yang diwajiban ) tanpa izin 10  
58 Meninggalkan KBM ( sekolah, halaqoh tahfidz, kegiatan lain yang diwajibkan ) sebelum waktunya selesai dan tidak kembali lagi ( bolos ) 20  
59 Tidak mengikuti KBM ( sekolah, halaqoh tahfidz, kegiatan lain yang diwajibkan ) dengan baik, misalnya mengerjakan mata pelajaran yang lain, membaca komik, majalah, buku, atau sejenisnya, mengganggu proses KBM 5  
60 Menyontek, bertanya jawaban , memberitahu jawaban, atau perbuatan curang lainnya pada saat ujian jenis apapun. 25  
61 Keluar tanpa izin saat KBM ( sekolah, halaqoh tahfidz, kegiatan lain yang diwajibkan ) atau pergantian pelajaran. 5  
62 Tidak membawa buku tulis dan atau paket pelajaran, dan peralatan belajar yang lain sesuai jadwal KBM ( sekoah, halaqoh tahfidz, kegiatan lain yang diwajibkan ) hari itu 10  
63 Meninggalkan alat-alat KBM ( sekolah, halaqoh tahfidz, kegiatan lain yang diwajibkan ) dikelas atau di tempat yang tidak semestinya atau meninggalkan disembarang tempat. 10  
64 Membawa atau memeperjualbelikan komik, novel, majalah, buku, atau bacaaan lain sejenisnya yang tidak ada hubungannya dengan KBM 5  
65 Membuat, membawa, menyimpan, menyebarluaskan bacaan, gambar, film, dan file audio yang mengandung unsur asusila atau pornografi dalam bentuk dan format apapun 50  
66 Tidak berbahasa arab atau inggris pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan. 10  
  Melecehkan atau mengolok-olok baik dengan kata kata, tulisan, sikap, atau isyarat, kepada santri lain yang aktif berbahasa arab dan ingris . 10  
67 Sengaja tidak mengikuti ekstrakurikuler wajib ataupun pilihan. 10  
68 Tidak mandi dan gosok gigi di pagi dan sore hari. 10  
69 Menimbun pakaian, handuk, sprei, dan sejenisnya didalam kamar, didalam almari atau ditempat lain. 15  
70 Merendam cucian lebih dari dua hari 5  
71 Tidak memakai alas kaki ketika berada di area halaman atau lapangan pondok. 5  
72 Membuang sampah sembarangan 5  
73 Berkuku panjang, memakai cutex, dan bertato 5  
74 Tempat tidur, Almari, dan tempat buku tidak rapi . 10  
75 Menggantung atau menjemur pakaian dan sejenisnya tidak pada tempatnya. 5  
76 Meletakkan alas kaki tidak pada tempatnya dan tidak rapi. 5  
77 Menulisi, menggambar, menempel, mencoret-coret di semua dinding, ranjang, almari, pintu, jendela, meja, kursi, kamar mandi, dan disarana pondok lainnya. 10  
78 Bermain dan atau bercanda di dalam asrama, masjid, dan kelas, dan ditempat lain yang membahayakan dan dapat merusak barang, keindahan, kerapian, kebersihan, dan dapat membahayakan secara fisik atau menyebabkan cidera. 15  
79 Tidak tertib dalam mengikuti dan mengakhiri KBM dan kegiatan lainnya.    
80 Masuk dan keluar Pondok tidak lewat jalan yang semestinya seperti melopat jendela, melompat pagar, lewat pintu belakang, dan lainnya yang sejenis. 50  
81 Memakai barang milik orang lain tanpa izin pemiliknya 10  
82 Merebut, membuang, dan menyembunyikan barang milik orang lain 15  
83 Menipu, menggelapkan, dan mencuri barang milik orang lain senilai kurang dari satu gram 35  
84 Menipu, menggelapkan, dan mencuri barang milik orang lain senilai lebih dari satu gram 50  
85 Menghina, melecehkan, memalak, dan mengancam, mengintimidasi santri lain dengan cara dan bentuk apapun. 50  
86 Menghina, melecehkan, dan mengancam, mengintimidasi, menagniaya, mengeroyok Pegawai Pondok dengan cara dan bentuk apapun di dalam maupun diluar Pondok 100  
87 Membawa, memiliki, dan menyimpan senjati api, senjata tajam, dan senjata lain yang membahayakan diri dan orang lain 15  
88 Melakukan perbuatan yang langsung atau tidak langsung mengakibatkan kerusakan barang milik orang lain atau pondok 25  
89 Melakukan penyidangan gelap maupun terbuka terhadap santri lain disertai dengan intimidasi, ancaman, atau tindak kekerasan 50  
90 Berkelahi baik satu lawan satu, keroyokan, atapun tawuran dengan alasan apapun baik didalam maupun diluar pondok 50  
91 Tidak melakukan piket merawat santri lain yang sakit sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan. 10  
92 Membuat kelompok, klub, dan bentuk lainnya yang dapat menimbulkan gap, ketidakrukunan, atau perpecahan antar santri pada level apapun. 15  
93 Memiliki, membawa, menyimpan ATM selama di Pondok 10  
94 Memiliki, membawa, menyimpan uang lebih dari Rp. 25.000,- atau tidak sesuai dengan ketentuan 10  
95 Menyalahgunakan uang yang dimanahkan oleh orangtua, kelas, asrama, atau sumber lainnya. 35  
96 Mengambil uang lebih dari Rp. 25.000,- dari tabungan tanpa seizing musyrif atau dengan memalsukan tanda tangan musyrif. 15  
97 Menyalahkangunakan perizinan.    
98 Pulang tidak minta izin atau tetap memaksa pulang walaupun tidak diizinkan oleh kepala kesantrian. 25  
99 Kabur dari Pondok tidak pulang ke rumah orang tuanya. 30  
100 Kabur dari Pondok pulang ke rumah orangtuanya dan orang tuanya memberitahu atau konfirmasi ke Pondok. 25  
101 Kabur dari Pondok pulang ke rumah orangtuanya dan orang tuanya tidak memberitahu atau konfirmasi ke Pondok . 30  
102 Bermain atau bermalam ke rumah teman atau orang lain saat kepulangan tanpa pemberitahuan kepada musyrif dan seizin orang tua. 15  
103 Mengadakan acara bersama pada waktu liburan seperti naik gunung, camping, reuni, dan sejenisnya tanpa seizin Pondok. 15  
104 Melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik Pondok. 25  
105 Terlambat kembali ke Pondok sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, masih pada hari yang sama tanpa pemberitahuan dan udzur yang bisa dibenarkan. 10  
106 Termabat 1 hari kembali ke Pondok sesuai dengan waktu yang ditentukan tanpa pemberitahuan dan udzur yang bisa dibenarkan 20  
107 Terlambat 2 hari kembali ke Pondok sesuai dengan waktu yang ditentukan tanpa pemberitahuan dan udzur yang bisa dibenarkan 30  
108 Terlambat 3 hari kembali ke Pondok sesuai dengan waktu yang ditentukan tanpa pemberitahuan dan udzur yang bisa dibenarkan 40  
109 Terlambat lebih dari 3 hari kembali ke Pondok sesuai dengan waktu yang ditentukan tanpa pemberitahuan dan udzur yang bisa dibenarkan. 50  
110 Tidur di kamar atau di tempat tidur santri lain 10  
111 Tidur d itempat lain selain di asrama seperti di mesjid, di kelas, di pos satpam, dan di tempat lain yang tidak diperkenankan. 10  
112 Pindah kamar atau asrama tanpa seizin musyrif. 10  
113 Tidak melaksanakan piket kamar seperti yang telah ditentukan. 5  
114 Menerima tamu di dalam kamar asrama 5  
115 Berada di dalam kamar asrama saat KBM atau kegiatan lain berlangsung tanpa udzur syar’i. 5  
116 Menggunakan peralatan listrik dan fasilitas asrama yang lain tidak sesuai dengan peruntukannya dan tanpa izin. 10  
117 Masuk kekamar asrama setelah kegiatan malam lebih dari jam 22.00. 10  
118 Tidur memakai pakaian yang tidak aman dari kemungkinan terbukanya aurat. 10  
119 Santri terlambat bangun pagi dari jam yang telah ditentukan ( 15 menit sebelum subuh ) 10  
120 Santri terlambat shalat subuh 20  
121 Santri tidak shalat shubuh berjamaah 25  
122 Tidak menutup kembali kran kamar mandi setelah dipakai 10  
123 Tidak menyentor kamar mandi atau WC setelah buang air kecil maupun air besar 25  
124 Membuang sampah dalam bentuk apapun di kamar mandi. 15  
125 Berbicara atau bercanda ketika didalam kamar mandi 10  
126 Membawa dan menyimpan pakaian bebas lebih dari ketentuan 10  
127 Tidak segera mengembalikan barang pinjaman atau membayar hutang sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan 10  
128 Melakukan sesuatu yang mengarah kepada kesyirikan atau kemusyrikan 35  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here