Pendidikan Islam

Model dan Implementasi Menuju Pembangunan

Pendidikan Islam yang Unggul

Klaten-PPTQ Ibnu Abbas Klaten telah menyelenggarakan acara seminar nasional Pendidikan Islam pada tanggal 29 April 2017. Acara yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas berkiprahnya PPTQ Ibnu Abbas yang ke-10 tahun, dilaksanakan di Gedung Al Mabrur Klaten dan dihadiri oleh 700 peserta.

Acara yang dibuka pukul 08.30 WIB menghadirkan empat pembicara sebagai pakar pendidikan islam. Pembicara yang pertama adalah Dr. Muh. Muinudinillah, MA selaku direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten. Pembicara kedua adalah Prof. Dr. Furqon Hidayatulah, M. Pd. selaku direktur pascasarjana UNS. Pembicara yang ketiga adalah Dr. Sukro Muhab, M. Si selaku ketua JSIT Indonesia. Pembicara yang keempat adalah Dr. Adian Husaini selaku ketua Program Doktor Pendidikan Islam UIKA Bogor.

Sebagai sambutan pertama oleh ketua panitia yaitu Ustadz Ali Hufron, S. IP, beliau memaparkan serangkaian acara yang telah berlangsung sebagai rangkaian acara 10 tahun PPTQ Ibnu Abbas Klaten. Sambutan yang kedua dari dinas pendidikan oleh Bapak Drs. H. Tantyo Hatmono, M.Pd. yang memberikan penjelasan tentang pengelompokan pendidikan menengah dan pendidikan dasar.

Sesi pertama diawali dengan penyampaian materi oleh tiga pembicara yang dipandu oleh moderator Heru Sucitra, S.Pd. selaku Kepala SMA IT Nur Hidayah Kartasura. Pembicara pertama adalah Dr. Muh. Muinudinillah , MA yang menyampaiakan materi tentang keunggulan pendidikan islam tinjauan nilai dan filosofinya. Beliau menjelaskan bahwa Islam adalah nilai yang unggul dan tidak ada yang mengunggulinya maka pendidikan islam adalah pendidikan yang unggul dengan orisinalitasnya. Keunggulan utama pendidikan islam adalah dari sumbernya yaitu Al Quran dan Hadits. Materi yang kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Furqon Hidayatullah, M. Pd. yaitu tentang idealita daan realita pendidikan nasional Indonesia. Dalam penjelasannya beliau memberikan penekanan bahwa mendidik bukan hanya mengajar tapi juga sentuhan. Prof. Furqon memaparkan pula bahwa system pendidikan islam unsurnya adalah sempurna dan lengkap. Pembicara yang ketiga adalah Dr. Sukro Muhab, M. Si. dengan tema pendidikan sekolah islam terpadu dalam tinjauan kurikulum integrasi dan implementasinya. Beliau memaparkan bahwa guru sekolah islam terpadu tidak cukup sebagai seorang mualim, tetapi juga harus cerdas secara intelektual tidak berhenti belajar. Guru harus mempunyai basis keislaman yang kuat.

Sesi kedua dimulai setelah dzuhur dengan dipandu oleh moderator Ummarul Faruq Abu Bakar, Lc, M.HI selaku kepala ketahfidzan putra PPTQ Ibnu Abbas. Pembicara yang terakhir yaitu Dr. Adian Husaini memaparkan tema tantangan pendidikan islam di era gobalisasi. Berdasarkan pemaparan beliau yang menyampaikan bahwa teori-teori ilmiah kebanyakan masih menyimpang dari pandangan islam. Acara yang diakhiri pukul 15.00 WIB ini ditutup dengan tanya jawab oleh empat orang penanya dan penarikan kesimpulan dari narasumber keempat bahwa konsep baku dalam pendidikan islam adalah adab dan ilmu.

#Reportase oleh Usth Meylinda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here