Mukhoyyam Kelas 10 dan 11 Diberangkatkan, Ini Pesan Direktur PPTQ Ibnu Abbas

0
575
Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Ustaz Dr. Muh. Muinudinillah Basri, M.A., memberikan pengarahan peserta Mukhoyyam Putra kelas 10 dan 11, Rabu,(28/3/2018)

Klaten—Direktur Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Ibnu Abbas Klaten, Ustaz Dr. Muh. Mu’inudinillah Basri, M.A., memberikan pengarahan pada acara pemberangkatan mukhoyyam tarbawi kelas 10 dan 11 PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Rabu, (28/3/2018).

Pada pukul 05.30 WIB, beliau memberikan pengarahan untuk peserta mukhoyyam putri di Kampus 1 PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Belang Wetan. Selanjutnya, pada pukul 6.30 WIB Ustaz Mu’in langsung menuju ke Kampus 2 PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Troso, untuk memberikan pengarahan ke peserta mukhoyyam putra.

“Mukhoyyam ini merupakan agenda tarbawi. Ini bagian dari sarana dalam mencapai tujuan dalam pendidikan,” kata Ustaz Mu’in dihadapan ratusan peserta mukhoyyam putra.

Untuk itu, Ustaz Mu’in berharap agar muhkhoyyam dipahami sebagai sarana dan bukan menjadi tujuan utama dalam program pendidikan. Tentu, kata beliau, tujuan diadakannya mukhoyyam ini untuk mencapai kepribadian yang disiplin.

“Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kontribusi positif dalam perjuangan Islam,” terangnya.

Menurutnya, agenda ini juga tidak terlepas dari ibadah, sehingga harus ditata niatnya semata-mata untuk ibadah. Oleh karena itu, dalam perjalanan menuju mukhoyyam ini tetap harus memperhatikan adab-ababnya, yakni memulai dengan doa yang telah diajarkan.

“Kita harus memahami bahwa keselamatan yang utama hanyalah dari Allah SWT, sehingga dalam safar ini tetap terus berdoa,” paparnya.

Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Ustaz Dr. Muh. Muinudinillah Basri, M.A., memberikan pengarahan peserta Mukhoyyam Putri kelas 10 dan 11, Rabu,(28/3/2018)

Ustaz Mu’in mengingatkan kepada seluruh santri bahwa di mukhoyyam  juga menjadi sarana untuk membangun jiwa yang tangguh, kerja sama dan kedekatan hati dengan alam. Semua santri, imbuh Ustaz Mu’in, mudah-mudahan tetap saling tolong-menolong, berangkat dan pulang harus bersama-sama.

“Jangan lupa ibadah sosial selama perjalanan, tampilkan teladan yang baik di masyarakat,” pesannya.

Pada mukhoyyam kelas 10 dan 11 ini, untuk santri putra mendaki Gunung Merbabu di Boyolali. Sedangkan santri putri melakukan susur pantai di Yogyakarta. Agenda ini didampingi oleh para asatidz dan asatidzah dan dilaksanakan hingga Kamis, (29/3/2018).(RK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here