Lestarikan Budaya Daerah, OSIA Putri Adakan Festival Indonesia Berbudaya

0
671
Salah satu agenda dalam Festival Indonesia Berbudaya (FIB), di Kompleks SMAIT Ibnu Abbas Klaten, Jumat-Sabtu, (19-20/7/2019).

Klaten–Organisasi Santri Ibnu Abbas (OSIA) Klaten Qism (Divisi) Lughoh kerja sama dengan Qism Syababiyah menyelenggarakan Festival Indonesia Berbudaya (FIB), di Kompeks SMAIT Ibnu Abbas Klaten, Jumat-Sabtu (19-20/7/2019).

“FIB ini sudah berlangsung 2 kali. Tahun kemarin dan tahun ini,” ujar Ketua Panitia Nafisyah.

Menurutnya, banyak yang mengira kalau FIB baru dilaksanakan tahun ini karena pada 2018 pelaksanaannya beragbung dengan pelaksanaan SPARFIA (class meeting). Dikatakan, untuk tahun ini panitia mengusung tema Tagline FIB “Seribu Budaya Darah Indonesia”.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya kebijakan dimana penggunaan bahasa yang diperbolehkan di pondok adalah bahasa Indonesia, Arab dan Inggris. Sedangkan untuk bahasa daerah tidak boleh digunakan sebagai bahasa sehari-hari di pondok,” terang santriwati kelas 12 IPA 2 ini.

Oleh karena itu, muncul sebuah ide untuk mengadakan acara yang bertemakan budaya agar tetap bisa melestarikan budaya Indonesia termasuk bahasa daerah, yaitu dengan diadakannya FIB ini. Kegiatan dalam FIB ini berupa lomba-lomba dan sajian kuliner nusantara dengan menghadirkan makanan khas nusantara.

Foto bersama Panitia FIB OSIA Putri usai penutupan FIB di Aula Lantai 3, Kampus 1 PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Sabtu, (20/7/2019).

Lebih lanjut, kata dia, lomba yang diadakan dalam FIB kali ini adalah cipta nada (aransemen lagu daerah), tari adat, galeri budaya (menampilkan ke khasan budaya beberapa daerah di Indonesia), unjuk sandang dan ragam sandiwara (semacam teater).

Panitia acara FIB, Lina, mengharapkan generasi pewaris budaya Indonesia tetap terus melestarikan budaya yang ada di Indonesia agar budaya itu tidak mati atau hilang. Menurutnya, budaya itu ibarat darah, ketika sudah hilang dari tubuh manusia maka manusia maka manusia itu akan mati.

“Begitu juga dengan budaya, kalau budaya sudah hilang dari Indonesia. Tidak tau Indonesia akan jadi seperti apa,” jelasnya.
Inayah Khoirunnisa (XI IPS)

Salah satu peserta, Inayah Khoirunnisa, menyampaikan sangat berkesan dengan acara FIB ini. Menurutnya acaranya bagus, sehingga membuat santri lebih cinta Indonesia.

“Ini bisa menumbuhkan rasa nasionalis. Negeri kita tidak kalah dengan negeri lain. Semoga FIB tahun depan lebih sukses dan lebih keren,” ungkapnya

Laporan: Ustazah Nurul
Editor: Riki Purnomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here