Mengenal Kulliyatul Mu’allimin Ibnu Abbas (KMI)/Mulazamah

0
1105

Kulliyatul Mu’allimin Ibnu Abbas (KMI) adalah nama lain dari Unit Mulazamah.
Maka Unit Pendidikan Mulazamah sekarang berganti nama menjadi Kulliyatul Mu’allimin Ibnu Abbas (KMI)

KHUSUS PUTRA

MUQADDIMAH

Sasaran PPTQ adalah membentuk syakhsiyah mutakamilah, yaitu pribadi muslim, pribadi mukmin, da’i, murabby dan mujahid fisabilillah.

Muslim adalah pribadi yang istislam menyerahkan totalitas kepada Alloh SWT. Pribadi mukmin adalah orang yang yakin dengan Alloh, yakin terhadap janjnya, keagunganNya, meyakini sorga seakan melihat dengan mata kepalanya, sehingga membuktikan imannya dengan jihad dijalan Alloh SWT, berjuang menegakkan islam dengan harta dan jiwanya.

Pribadi da’i adalah pribadi yang selalu semangat mengajak kepada Alloh. Islam dengan ucapan, perbuatan dan da’wah kepada islam adalah misi hidupnya dan diyakini sebagai identitas dirinya sebagai pengikut Rasululloh SAW.

Mengenal Mulazamah

Salah satu watak pengajaran ulama salaf adalah penekanan pada jenjang keilmuan. Dimulai dari ilmu dasar (shigor al-ilmu) bertahap menuju kitab induk (kibar al-ilmu), dengan cara bermulazamah kepada seorang guru dalam rentang waktu yang lama. Model mulazamah sangat memperhatikan bangunan keilmuan yang kokoh, aplikatif, menggabungkan metode hafalan dan pemahaman. Sistem mulazamah sangat mengarusutamakan adab yang harus dimiliki seorang penuntut ilmu.

Sejarah membuktikan model pembelajaran mulazamah berhasil melahirkan ulama-ulama otoritatif, beradab, produktif, meninggalkan warisan intelektual yang melimpah (turats).

Kulliyatul Mu’allimin Ibnu Abbas (KMI)

PPTQ Ibnu Abbas ikut aktif menghidupkan kembali tradisi mulazamah (living tradition and knowledge) sebagai upaya melahirkan kader-kader ulama yang beradab, memiliki keilmuan yang kokoh (mutqin), otoritatif, produktif, dan berperan dalam pembangunan moral bangsa.

Rentang waktu pembelajaran Kulliyatul Mu’allimin Ibnu Abbas (KMI) selama 6 tahun, dibagi dalam dua jenjang yaitu Tsanawiyah (setingkat SMP) dan Aliyah (setingkat SMA). Pada jenjang tsanawiyah santri difokuskan menyelesaikan hafalan Al Quran 30 juz secara kuat (mutqin), bersanad, penguasaan 2 bahasa asing (Arab dan Inggris), serta penguasaan dasar-dasar ilmu syar’i. Pada jenjang Aliyah, para santri mendapatkan muatan ilmu-ilmu syar’i secara holistik, mempelajari semua disiplin keilmuan Islam, dan lulusannya menjadi ulama yang langsung berkiprah di masyarakat.

Selain mendapatkan muatan ilmu Syar’i (ghoyah) para santri dibekali kemampuan induk ilmu wasail, mulai dari matematika, komputer, IPA, dsb. Lulusan Mulazamah mendapatkan legalitas pemerintah melalui PKBM IBNU ABBAS dengan ijazah paket B untuk tsanawiyah (setingkat SMP) dan ijazah paket C untuk Aliyah (setingkat SMA).

PROGRAM KHUSUS

– Pengajaran berbasis kitab
– Bahasa Arab sebagai pengantar
– Pengajar Lulusan dalam dan luar negeri

– Dibekali keahlian menulis
– Penggunaan kitab-kitab warisan intelektual ulama salaf (turas)

KURIKULUM

1. Tahfidzul Qur’an
2. Bahasa Inggris
3. Fiqh
– Safinatun Najah
– Matan Ghoyah wa At-Taqrib
4. Aqidah
– Ushul Tsalatsah
– Kitab Tauhid
– Aqidah Thahawiyah
5. Hadits
– Arba’in An-Nawawi
– Riyadhus Shalihin
6. Adab Thalibul ‘Ilm
– Ta’lim Muta’allim
– Tadzkiratus Sami’

7. Adab Halamatul Qur’an
-At-Tibyan
-Tuhfatul Athfal
-Jazariyah
8. Bahasa Arab
– Al Mutammimah
– Al-Jurumiyah
– Kitab Ta’bir Silsilah (Jilid 1 & 2)
– Amtsilah At-Tashrifiyyah
– I’lal Ash-Sharaf
9. Mata Pelajaran Umum
-Matematika
-Bahasa Indonesia
– Ilmu Pengetahuan Alam
– Ilmu Pengetahuan Sosial
– Aplikasi Komputer (Ms. Office)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here